(Berita) Pemprov DKI Adakan Webinar Manajemen BOR di Masa Pandemi COVID-19

Jakarta Public Policy Center mengadakan webinar Kamis The Series dengan tema Manajemen Bed Occupancy Rate (BOR) di Masa Pandemi COVID-19 pada Kamis (26/8). Kegiatan untuk berbagi pengalaman dan informasi itu dihadiri perwakilan dari berbagai instansi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat.

Kepala BPSDM Provinsi DKI Jakarta, Mochamad Miftahullah Tamary, dalam sambutan menyatakan, seminar virtual tersebut menjadi kesempatan bagi Pemprov DKI Jakarta dan masyarakat luas untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai pentingnya mengontrol keterisian rumah sakit khususnya bagi pasien COVID-19 di masa pandemi.

“Webinar virtual ini merupakan kegiatan Jakarta Public Policy Center, di mana salah satu tugasnya adalah memberikan informasi yang sudah, sedang, dan akan Pemprov DKI Jakarta lakukan. Webinar diisi sharing knowledge dari para ahli untuk memberikan ilmu, pengalaman-pengalaman yang bermanfaat, dan diskusi langsung dengan best practise tentang bagaimana strategi pemerintah Jakarta berkolaborasi dengan rumah sakit di seluruh Jakarta dalam upaya menurunkan BOR,” jelasnya.

Ia menyatakan, webinar itu diikuti oleh lebih dari 300 orang perwakilan masyarakat dan instansi di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi DKI Jakarta, Weningtyas Purnomorini menyatakan, kasus aktif di Jakarta sudah terus menurun dari sebelumnya pernah mencapai 100 ribu. Ketika itu semua rumah sakit mengalami kesulitan.

“Kasus positif kemarin juga menurun. Pertambahan kasus tidak tinggi. Flashback ke 2020, pada saat pertama kali kasus COVID-19 terjadi di Wuhan, kita sudah adakan sosialisasi ke puskesmas dan rumah sakit. Jauh sebelum diumumkan kasus petama pada Maret. APD dan layanan kesehatan sudah dipersiapkan Pemprov DKI Jakarta,” katanya.

Pada 27 Januari 2020, Dinkes Provinsi DKI Jakarta sudah membuka layanan posko COVID-19 selama 24 jam. Setiap hari sampai sekarang peneleponnya bertambah. Peringatan dan arahan juga disampaikan Kepada pengelola gedung swasta, mal, dan sebagainya. Ia mengatakan, DKI Jakarta memiliki 194 rumah sakit, terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus. Rumah sakit khusus seperti untuk kesehatan gizi, THT, ibu dan anak turut melayani pasien COVID-19. Total bed untuk pelayanan COVID-19 di Jakarta mencapai 23.780.

“Hanya 23.700 bed yang bisa kami siapkan untuk pelayanan COVID-19 kalau ternyata tingkat keterisian mencapai 100 persen. Tapi kami sisakan untuk non COVID-19 sebesar 50 persen. Lalu ada 81 rumah sakit rujukan ditetapkan Menkes, terakhir melalui Kepgub DKI nomor 169, ditetapkan 101 rumah sakit rujukan. Walau kenyataannya yang melayani COVID-19 sudah 140 rumah sakit. Isolasi tertinggi kita 11.773, dan ICU tertinggi 1.651. Ini perjuangan luar biasa para direktur dan nakes rumah sakit,” ungkapnya.

Perawatan di rumah sakit, sambungnya, menjadi komponen penilaian penting sebagai indikator-indikator dalam evaluasi penanganan pandemi ini.

“Alhamdulillah sekarang mulai melandai walau kita tetap siaga, rumah sakit tetap disiapkan kalau sewaktu-waktu terjadi kenaikan lagi. Sekarang keterpakaian isolasi sudah 19 persen, kemudian ICU 39 persen,” tuturnya.

Dalam penanganan pandemi, Pemprov DKI Jakarta mengadakan kunjungan-kunjungan untuk memantau pelayanan hingga pelaksanaan protokol kesehatan, melakukan perluasan rumah sakit, hingga penguatan regulasi. Kemudian, ia memastikan ada jaminan pemerintah untuk perawatan. Ada rapat koordinasi mingguan yang melibatkan sudin hingga ikatan rumah sakit, dan banyak lagi.

Webinar tersebut juga menghadirkan Ketua Ikatan RS Jakarta Metropolitan, Koesmedi Priharto dan Direktur RSKD Duren Sawit, Theryoto.

Sumber: Berita Jakarta

Date

Aug 27 2021 - Sep 01 2021
Expired!

Time

All Day
Category

Organizer

JPPC

Leave a Comment